Oke....
yap aku lahir di Bogor aku punya sebuah keluarga mini. Hanya
aku,papah,mamah. Saat aku lahir mungkin aku pembawa kebahagiaan bagi
orang-orang sekitar termasuk papah dan mamah ku. Aku dimanja, di ajak kesana
kemari, sampai nenekku menjadikanku cucu
tersayang karna akulah cucu pertamanya, kalian bisa rasakan betapa bahagianya hidupku saat itu....
Bahkan aku di
perebutkan oleh nenek dan oma ku, betapa berharganya aku bagi mereka, dijaga
sekali cucunya yang satu ini.
dan pada akhirnya
sebuah kebahagiaan itu lenyap. saat aku berusia 3tahun papah dan mamah BERCERAI
karna papah tertarik dengan wanita yang sudah mengguna-guna papah dengan dukun
. itu suatu hal yang sangat tidak aku inginkan, walaupun saat itu aku belum
mengerti, tapi mamah menceritakannya padaku saat aku smp kelas 1 .
Sewaktu aku kecil
jika ada yang menanyakan papah ku siapa, pasti aku jawab “papahku sudah mati” ,
kenapa seperti itu? yap kata-kata itu yang mamah ku beri tau saat aku berusia
5th dan menanyakan papah, mungkin karna mamah kecewa dengan papah....
Dari kecil aku
hanya hidup dengan mamah, mamah kerja banting tulang menghidupiku. Papah? Tidak
tau kemana... aku tidak pernah memikirkan papah, buat apa? Selama ini mamah sudah habis jutaan rupiah
untuk menghidupiku, tapi papah? Perduli
pun tidak!
Walaupun saat aku
berusia 6tahun mamah sudah menikah dengan laki-laki lain, yaaa namanya juga
ayah tiri baik sementara saja, disaat mamahku punya adik baru ya begitulah aku
tidak terlalu di perdulikan, ayah tiriku hanya sayang pada adik baru ku. Mamah
tetap sayang padaku, akan tetapi bagaimanapun aku membutuhkan kasih sayang
seorang PAPAH KANDUNG ku sendiri.
Saat aku kelas 5 SD
aku mulai di pertemukan dengan papah kandung ku, yaa namanya juga di tinggal
papah dari kecil tidak tau muka papahku seperti apa. Aku hanya tau muka ayah
tiri aku saja... aku dan papah bertemu dikantor
tempat papah kerja, di otak ku terbesit banyak pertanyaan “Apa ini papah
kandung ku? kenapa papah tega meninggalkan aku? Kenapa papah begitu jahatnya
terhadap aku? Apa papah tidak sayang
sama aku? Kenapaaaaa?” aku tidak percaya
itu papah kandung ku, tidak percaya sama sekali...
Papah mencoba
meyakinkanku dengan mengajak aku jalan-jalan, tapi aku hanya diam, malu, takut,
yang paling terpenting aku sangat asing
sama papah!
Rasa benci aku
begitu dalam terhadapnya , aku jadi takut dengan laki-laki. Takut di kecewakan
seperti mamah, aku tidak mau seperti itu....
Papah sering main
kerumah nenek ku untuk menemui ku atau hanya ingin membelikan aku makanan saja,
papah sempatkan untukku. Tetap saja aku tidak yakin bahwa ia papah ku, aku
merasa asing dengan ia.
Ternyata selama
papah sering menemuiku, ayah tiriku tau akan hal itu walaupun papah ku datang
ke rumah nenek . Dan ayah tiriku berfikiran bahwa ia menemui mamahku, padahal
ia hanya menemui ku. Saat itu rumah menjadi kacau, ayah tiriku marah kepada
mamah ku. Bertengkar lah mereka...
Penyesalan ku
datang, aku berkata dalam hatiku “ini semua gara-gara aku, gara-gara aku mamah
jadi bertengkar dengan ayah , aku hanya membawa kesialan untuk mereka”
airmataku tak berhenti menangis. Aku tidak tega liat mamah bertengkar begitu
hebat dengan ayah ku. Sampai ayah tidak mau memperdulikanku lagi. Ya dariawal
pun aku memang hanya punya mamah di
dunia ini .
aku pun menginjak
bangku SMP, saat itu ayah tiriku tidak mau memperdulikan aku. sekarang papah
mencoba membantu ku untuk masuk SMP NEGERI di bogor. Alhamdulillah dapat,
setelah mengurusi sekolah ku papah pergi hilang tanpa kabar, aku hanya
mendapatkan kasih sayang sedikit sekali darinya bahkan di peluk pun aku belum
pernah. Betapa ironisnya hidupku.
Aku selalu berdoa
“Tuhan, maaf kan sikap papah ku terhadapku. Ia tidak mengetahui bahwa yang ia
lakukan salah. Sadarkan ia tuhan, aku sayang dia walau pun dia tidak
menyayangiku” aku tau aku itu anak
kuat.
Sejak papah
menghilang ternyata istrinya (ibu tiriku) mengetahui bahwa papahku menemui ku,
ibu tiriku marah pada papahku. Akhirnya
papah tidak berani menemui ku lagi.
aku tau tuhan
menciptakan kebahagiaan di balik hidup ku yang pahit ini. Karna aku sering
mendengar ayah dan mamah ku bertengkar akhirnya fisik ku menjadi lemah.
Berbagai penyakit datang padaku, berbagai obat tiap hati aku minum. Tuhan
memang benar-benar memberi ujian kepadaku. Mengapa hidup ku seperti ini ?
Kini aku sudah
duduk di bangku SMK kelas 1 , aku sekolah tanpa bantuan papah, hanya mamah ku
yang berjuang. Karna papah sudah tidak mau mengurusiku lagi. Entah apa salahku
padanya hingga ia seperti ini padaku.
Disamping
kesedihan ku yang amat bertubi-tubi , aku pun punya sisi kehidupan yang
bahagia. Siapa yang buat aku bahagia ? sahabat. aku juga
punya 3 sahabat, Cuma 3 ? iya hanya mereka yang sabar ngadepin aku dengan
segala masalah ku . aku kenalin ya.... yang pertama Reni ia wanita tomboy
banyak pacarnya loh tapi LDR semua-_-jgn ditiru yah hehe yang kedua Tiwi ia
malah Jones-_- gapernah pacaran sering envy liat orang pacaran, nah yang ketiga
Evy nih anak tertutup sekali, akupun bingung
mau jelasin apa-.-Mereka semua sudah mewarnai hari-hari yang suram.
Kalau tidak ada
mereka mungkin aku sudah bunuh diri menghadapi masalah ini.
Aku tidak tau
harus mengigat papah atau tidak. aku begitu kecewa kepadanya! Jika aku boleh
memilih aku tidak mau mempunyai papah seperti dia. Dia tidak memikirkan
anaknya. Padahal tidak ada “Bekas” anak bukan? Kenapa ia seperti itu
tuhan? Jujur aku merindukan papah, aku
ingin dimanja seperti anak-anak lainnya yang ngambil rapot dengan papah,
jalan-jalan dengan papah, sarapan dengan papah, aku mau semua itu tuhan. Apa
semua bisa kembali sedang kan papah sudah punya kehidupan baru dengan
keluarganya? Apa ia bisa jadi papah yang baik untukku? Kapan? Aku mau di sayang papah.
Terkadang aku
menangis di tengah malam karna mengingat papah, terkadang pula saat aku pergi
melihat anak-anak lainnya bersama papah rasanya airmataku takbisa terbendung
lagi, aku benar-benar ingin merasakan kasih sayang seorang papah yang dari
kecil tidak pernah aku dapatkan.
Akupun tau Broken
Home itu bukan akhir dari segalanya, tanpa kasih sayang papah pun aku pasti
bisa! Aku mau tunjukin ke papah aku bisa sekolah sampe sarjana tanpa bantuan
dia dan di saat aku sudah sukses aku hanya akan bahagiakan mamah!
Papah boleh tidak
ingat dan tidak memperdulikanku, aku pun hanya butuh papah nanti disaat aku
ingin menikah dan papah jadi wali nikah ku, jika itupun papah tidak bisa aku
tidak tau harus bagaimana, terserah papah saja asal hidup mu bahagia akupun ikut bahagia. walaupun
disini anakmu ingin merasakan kasih sayang mu.
Semoga tidak ada lagi anak yang tidak bersalah menjadi korban broken home. Punya cerita yang sama? silahkan coret-coret dikolom komentar :)


terharu bgt
BalasHapusvisit our blog irfanarya.blogspot.com
wahaha thankyu ☺
Hapusbagus :) ada nama guanya juga :D akakak
BalasHapusjahaha thx;) beuh mentang-mentang ada nama nya :p
Hapusbagus, fix controlnya kurang melengking *loh? lanjutkan!
BalasHapusOkee asep. Terimakasih☺
Hapusbagus , kayaknya ceritanya nyata banget ye ?
BalasHapusterimaaksih.
BalasHapusIya emang nyata ;)