Powered By Blogger

Selasa, 19 Maret 2013

Broken Home


Kehidupan tidak selalu manis









Oke.... yap aku lahir di Bogor  aku punya sebuah keluarga mini. Hanya aku,papah,mamah. Saat aku lahir mungkin aku pembawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitar termasuk papah dan mamah ku. Aku dimanja, di ajak kesana kemari, sampai nenekku menjadikanku cucu  tersayang karna akulah cucu pertamanya, kalian bisa rasakan betapa  bahagianya hidupku saat itu....



Bahkan aku di perebutkan oleh nenek dan oma ku, betapa berharganya aku bagi mereka, dijaga sekali cucunya yang satu ini.
dan pada akhirnya sebuah kebahagiaan itu lenyap. saat aku berusia 3tahun papah dan mamah BERCERAI karna papah tertarik dengan wanita yang sudah mengguna-guna papah dengan dukun . itu suatu hal yang sangat tidak aku inginkan, walaupun saat itu aku belum mengerti, tapi mamah menceritakannya padaku saat aku smp kelas 1 .
Sewaktu aku kecil jika ada yang menanyakan papah ku siapa, pasti aku jawab “papahku sudah mati” , kenapa seperti itu? yap kata-kata itu yang mamah ku beri tau saat aku berusia 5th dan menanyakan papah, mungkin karna mamah kecewa dengan papah....
Dari kecil aku hanya hidup dengan mamah, mamah kerja banting tulang menghidupiku. Papah? Tidak tau kemana... aku tidak pernah memikirkan papah, buat apa?  Selama ini mamah sudah habis jutaan rupiah untuk menghidupiku, tapi papah?  Perduli pun tidak!
Walaupun saat aku berusia 6tahun mamah sudah menikah dengan laki-laki lain, yaaa namanya juga ayah tiri baik sementara saja, disaat mamahku punya adik baru ya begitulah aku tidak terlalu di perdulikan, ayah tiriku hanya sayang pada adik baru ku. Mamah tetap sayang padaku, akan tetapi bagaimanapun aku membutuhkan kasih sayang seorang PAPAH KANDUNG ku sendiri.
 


Saat aku kelas 5 SD aku mulai di pertemukan dengan papah kandung ku, yaa namanya juga di tinggal papah dari kecil tidak tau muka papahku seperti apa. Aku hanya tau muka ayah tiri aku saja... aku dan papah bertemu dikantor  tempat papah kerja, di otak ku terbesit banyak pertanyaan “Apa ini papah kandung ku? kenapa papah tega meninggalkan aku? Kenapa papah begitu jahatnya terhadap aku?  Apa papah tidak sayang sama aku? Kenapaaaaa?”  aku tidak percaya itu papah kandung ku, tidak percaya sama sekali...
Papah mencoba meyakinkanku dengan mengajak aku jalan-jalan, tapi aku hanya diam, malu, takut, yang paling terpenting aku  sangat asing sama papah!
Rasa benci aku begitu dalam terhadapnya , aku jadi takut dengan laki-laki. Takut di kecewakan seperti mamah, aku tidak mau seperti itu....



Papah sering main kerumah nenek ku untuk menemui ku atau hanya ingin membelikan aku makanan saja, papah sempatkan untukku. Tetap saja aku tidak yakin bahwa ia papah ku, aku merasa asing dengan ia. 
Ternyata selama papah sering menemuiku, ayah tiriku tau akan hal itu walaupun papah ku datang ke rumah nenek . Dan ayah tiriku berfikiran bahwa ia menemui mamahku, padahal ia hanya menemui ku. Saat itu rumah menjadi kacau, ayah tiriku marah kepada mamah ku. Bertengkar lah mereka...



Penyesalan ku datang, aku berkata dalam hatiku “ini semua gara-gara aku, gara-gara aku mamah jadi bertengkar dengan ayah , aku hanya membawa kesialan untuk mereka” airmataku tak berhenti menangis. Aku tidak tega liat mamah bertengkar begitu hebat dengan ayah ku. Sampai ayah tidak mau memperdulikanku lagi. Ya dariawal pun  aku memang hanya punya mamah di dunia ini .



aku pun menginjak bangku SMP, saat itu ayah tiriku tidak mau memperdulikan aku. sekarang papah mencoba membantu ku untuk masuk SMP NEGERI di bogor. Alhamdulillah dapat, setelah mengurusi sekolah ku papah pergi hilang tanpa kabar, aku hanya mendapatkan kasih sayang sedikit sekali darinya bahkan di peluk pun aku belum pernah. Betapa ironisnya hidupku. 



Aku selalu berdoa “Tuhan, maaf kan sikap papah ku terhadapku. Ia tidak mengetahui bahwa yang ia lakukan salah. Sadarkan ia tuhan, aku sayang dia walau pun dia tidak menyayangiku”  aku tau aku itu anak kuat.



Sejak papah menghilang ternyata istrinya (ibu tiriku) mengetahui bahwa papahku menemui ku, ibu tiriku marah pada papahku.  Akhirnya papah tidak berani menemui ku lagi.



aku tau tuhan menciptakan kebahagiaan di balik hidup ku yang pahit ini. Karna aku sering mendengar ayah dan mamah ku bertengkar akhirnya fisik ku menjadi lemah. Berbagai penyakit datang padaku, berbagai obat tiap hati aku minum. Tuhan memang benar-benar memberi ujian kepadaku. Mengapa hidup ku seperti ini ?
                                                  
Kini aku sudah duduk di bangku SMK kelas 1 , aku sekolah tanpa bantuan papah, hanya mamah ku yang berjuang. Karna papah sudah tidak mau mengurusiku lagi. Entah apa salahku padanya hingga ia seperti ini padaku. 



Disamping kesedihan ku yang amat bertubi-tubi , aku pun punya sisi kehidupan yang bahagia. Siapa yang buat aku bahagia ? sahabat. aku juga punya 3 sahabat, Cuma 3 ? iya hanya mereka yang sabar ngadepin aku dengan segala masalah ku . aku kenalin ya.... yang pertama Reni ia wanita tomboy banyak pacarnya loh tapi LDR semua-_-jgn ditiru yah hehe yang kedua Tiwi ia malah Jones-_- gapernah pacaran sering envy liat orang pacaran, nah yang ketiga Evy nih anak tertutup sekali,  akupun bingung mau jelasin apa-.-Mereka semua sudah mewarnai hari-hari yang suram.



Kalau tidak ada mereka mungkin aku sudah bunuh diri menghadapi masalah ini.
Aku tidak tau harus mengigat papah atau tidak. aku begitu kecewa kepadanya! Jika aku boleh memilih aku tidak mau mempunyai papah seperti dia. Dia tidak memikirkan anaknya. Padahal tidak ada “Bekas” anak bukan? Kenapa ia seperti itu tuhan?  Jujur aku merindukan papah, aku ingin dimanja seperti anak-anak lainnya yang ngambil rapot dengan papah, jalan-jalan dengan papah, sarapan dengan papah, aku mau semua itu tuhan. Apa semua bisa kembali sedang kan papah sudah punya kehidupan baru dengan keluarganya? Apa ia bisa jadi papah yang baik untukku? Kapan?  Aku mau di sayang papah.



Terkadang aku menangis di tengah malam karna mengingat papah, terkadang pula saat aku pergi melihat anak-anak lainnya bersama papah rasanya airmataku takbisa terbendung lagi, aku benar-benar ingin merasakan kasih sayang seorang papah yang dari kecil tidak pernah aku dapatkan.



Akupun tau Broken Home itu bukan akhir dari segalanya, tanpa kasih sayang papah pun aku pasti bisa! Aku mau tunjukin ke papah aku bisa sekolah sampe sarjana tanpa bantuan dia dan di saat aku sudah sukses aku hanya akan bahagiakan mamah! 



Papah boleh tidak ingat dan tidak memperdulikanku, aku pun hanya butuh papah nanti disaat aku ingin menikah dan papah jadi wali nikah ku, jika itupun papah tidak bisa aku tidak tau harus bagaimana, terserah papah saja asal hidup mu bahagia akupun ikut bahagia. walaupun disini anakmu ingin merasakan kasih sayang mu.



Semoga tidak ada lagi anak yang tidak bersalah menjadi korban broken home. Punya cerita yang sama? silahkan coret-coret dikolom komentar :)

8 komentar:

  1. terharu bgt
    visit our blog irfanarya.blogspot.com

    BalasHapus
  2. bagus :) ada nama guanya juga :D akakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. jahaha thx;) beuh mentang-mentang ada nama nya :p

      Hapus
  3. bagus, fix controlnya kurang melengking *loh? lanjutkan!

    BalasHapus
  4. bagus , kayaknya ceritanya nyata banget ye ?

    BalasHapus
  5. terimaaksih.
    Iya emang nyata ;)

    BalasHapus